img_0813-1.jpg

Liburan Tak Lagi Murah, Sejumlah Negara Naikkan Pajak Wisata Demi Kendalikan Overtourism

RBDCOTAX, Jakarta: Gelombang turis dunia yang terus membanjiri destinasi-destinasi populer kini mulai membawa konsekuensi baru: liburan ke luar negeri tak lagi murah. Sejumlah negara menaikkan pajak dan retribusi wisata demi mengendalikan overtourism dan menjaga kelestarian lingkungan yang kian terancam.

Langkah ini diambil oleh negara-negara dengan tingkat kunjungan tinggi seperti Jepang, Spanyol, Italia (Venesia), dan Norwegia, yang selama bertahun-tahun menjadi magnet wisatawan global. Kini, mereka kompak menegaskan satu hal: keindahan punya harga.

Jepang “Rem” Lonjakan Turis Lewat Pajak Keberangkatan

Jepang, yang tengah menikmati lonjakan wisata pascapandemi, memutuskan untuk menaikkan pajak keberangkatan dan biaya visa mulai 2026.

Biaya visa sekali masuk yang semula £15 dan pajak keberangkatan sebesar £7 akan melonjak hingga sekitar £25 per orang. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besar Jepang untuk mengelola tekanan terhadap infrastruktur lokal dan lingkungan.

“Wisata adalah berkah, tapi juga tantangan. Pajak ini membantu kami menjaga negeri ini tetap nyaman dikunjungi,” ujar seorang pejabat Kementerian Pariwisata Jepang.

Spanyol Naikkan Pajak Harian Hingga €15

Spanyol, khususnya wilayah Catalonia, juga akan menaikkan pajak pariwisata harian menjadi €15 mulai Oktober 2025.

Kota Barcelona — yang setiap tahun dikunjungi lebih dari 12 juta wisatawan kini menghadapi masalah klasik: kepadatan, kebisingan, dan tekanan terhadap layanan publik.

Dengan tarif baru ini, Barcelona menjadi salah satu kota dengan pajak wisata tertinggi di Eropa.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa pendapatan dari pajak ini akan dialokasikan untuk perawatan fasilitas umum dan pengelolaan sampah wisata.

Venesia Kian Tegas pada Wisatawan Harian

Di Italia, Venesia memperluas penerapan pajak turis harian antara €5 hingga €10, yang kini berlaku untuk lebih banyak bulan dalam setahun terutama dari Mei hingga Oktober.

Tujuan utama kebijakan ini adalah membatasi jumlah wisatawan harian yang datang tanpa menginap, yang selama ini memberi tekanan besar pada kanal dan bangunan tua kota.

Pendapatan pajak akan digunakan untuk merawat infrastruktur kota dan melindungi lingkungan laguna yang rapuh.

Norwegia Rencanakan Pajak Hotel 5%

Tak ketinggalan, Norwegia berencana mengenakan pajak hingga 5% untuk akomodasi wisata, terutama di kawasan Tromsø dan Kepulauan Lofoten.

Dua daerah yang terkenal dengan aurora dan lanskap fjord ini kini menghadapi risiko degradasi lingkungan akibat kunjungan massal.

Pemerintah Norwegia menyebut pajak tersebut akan membantu membiayai konservasi alam dan infrastruktur publik di area terpencil.

Imbas bagi Wisatawan

Kenaikan pajak di berbagai destinasi populer membuat biaya liburan meningkat signifikan. Selain tiket pesawat dan penginapan yang sudah mahal, wisatawan kini harus memperhitungkan pajak tambahan dalam anggaran perjalanan mereka.

Namun di sisi lain, tren ini dianggap sebagai “harga yang pantas” untuk menjaga keberlanjutan destinasi wisata dunia.

Tren kenaikan pajak ini mencerminkan pergeseran paradigma global. Negara-negara wisata kini tidak lagi berfokus pada jumlah kunjungan, melainkan kualitas dan keberlanjutan pariwisata.

Pajak yang lebih tinggi diharapkan bisa membiayai pemeliharaan lingkungan, pengelolaan limbah, hingga pelestarian budaya lokal.

Tags: No tags

Comments are closed.