
RBDCOTAX, Jakarta: Brasil mencatat babak baru dalam sejarah perpajakannya. Setelah bertahun-tahun dikeluhkan karena dinilai tidak adil, sistem pajak negara itu akhirnya direformasi. Kabar baiknya: jutaan warga kelas menengah kini resmi bebas dari pajak penghasilan.
Keputusan bersejarah itu disahkan Senat pada Rabu (5/11/2025) melalui RUU reformasi pajak yang menjadi program prioritas Presiden Luiz Inácio Lula da Silva. Pemerintah menyebut kebijakan ini sebagai “langkah nyata” untuk menata ulang beban pajak agar tidak terus bertumpu pada masyarakat pekerja.
Melalui aturan baru tersebut, ambang batas pendapatan bebas pajak naik drastis menjadi 5.000 real Brasil per bulan (sekitar Rp15,5 juta). Padahal sebelumnya, pembebasan pajak hanya berlaku untuk penghasilan 3.036 real (Rp9,4 juta). Hasilnya, sekitar 16 juta warga kelas menengah akan benar-benar terbebas dari potongan pajak penghasilan mulai tahun depan.
Tak hanya itu, pekerja dengan upah 5.000–7.350 real per bulan juga akan merasakan tarif pajak yang lebih ringan.
“Kebijakan ini dirancang untuk meringankan beban finansial keluarga kelas menengah dan memperluas inklusi sosial,” ujar Menteri Keuangan Brasil, Fernando Haddad, dikutip dari Bloomberg, Senin (10/11/2025).
Perubahan besar ini tentu berdampak pada penerimaan negara. Untuk menutup celah tersebut, pemerintah memperkenalkan “pajak minimum progresif” untuk individu dengan penghasilan di atas 600 ribu real per tahun (sekitar Rp1,8 miliar). Kelompok sasaran utama adalah sekitar 140 ribu warga super kaya—sejumlah kecil elit ekonomi yang selama ini menikmati celah pajak.
Selain itu, dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham akan dikenai tarif baru 10% mulai Januari 2026. Selama bertahun-tahun, dividen di Brasil bebas pajak, menjadikan negara itu surga bagi para pemilik modal.
“Ini adalah langkah menuju keadilan pajak. Beban yang dulu ditanggung kelas menengah kini dialihkan ke kelompok berpendapatan sangat tinggi,” ujar politisi pendukung RUU, Arthur Lira, dikutip Yahoo Finance.
Perubahan ini tidak datang tiba-tiba. Gerakan masyarakat sipil, serikat pekerja, dan kelompok buruh telah lama menuntut reformasi pajak yang lebih manusiawi. Tekanan publik bahkan ikut mendorong parlemen mempercepat proses pengesahan.
Presiden Lula menyambut langkah ini sebagai kemenangan rakyat.
RUU tersebut juga melintas mulus di Dewan Perwakilan dengan dukungan luas. Sebagian politisi oposisi sempat melontarkan usulan revisi, tetapi akhirnya tunduk pada kekuatan suara mayoritas dan tekanan publik.
“Ini baru permulaan. Reformasi pajak adalah kunci untuk mengurangi ketimpangan di Brasil,” kata legislator Fernanda Melchionna, dikutip Global Times.
Era Baru Pajak di Brasil
Dengan aturan ini, kelas menengah mendapatkan ruang bernafas lebih lega—sementara mereka yang selama ini berada di puncak piramida pendapatan mulai ikut menanggung porsi lebih besar.
Para analis menilai reformasi ini bisa menjadi model bagi negara-negara berkembang lain yang menghadapi masalah serupa: ketimpangan tinggi, pendapatan negara terbatas, dan pajak yang menumpuk pada kelas pekerja.
Brasil kini bergerak menuju sistem pajak yang lebih progresif. Dan untuk jutaan warganya, kebijakan ini bukan sekadar angka di atas kertas tetapi kabar kemenangan.

