Penunggak Pajak di Jateng Tak Lagi Aman, Petugas Bisa Menyambangi Rumah

Foto: Istimewa

RBDCOTAX, Jakarta: Pemilik kendaraan di Jawa Tengah yang belum membayar pajak harus mulai waspada. Program pemutihan sudah selesai, denda kembali berlaku, dan pemerintah kini menggunakan cara yang lebih agresif untuk mengejar piutang pajak.

Kepala Bidang PKB Bapenda Jawa Tengah, Danang Wicaksono, mengungkapkan bahwa daerahnya tidak ingin tunggakan terus menumpuk. Karena itu, salah satu strategi yang ditempuh adalah penagihan langsung ke alamat wajib pajak melalui program Samsat door to door.

“Anggaran untuk program ini terbatas, bisa dibilang tidak bisa menyelesaikan semua piutang pajak, sehingga pihak pemerintah harus melakukan strategi yang efisien dalam menagih, jadi belum bisa semua didatangi ke rumah,” ujar Danang, dikutip Minggu (9/11).

Namun sebelum mengetuk pintu, pemerintah tidak serta-merta langsung mendatangi warga. Ada proses berjenjang yang dilakukan lebih dulu. Masyarakat akan mendapatkan pengingat menjelang jatuh tempo. Sistem ini disebut sengkuyung, dan dijalankan dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota.

“Pertama kami akan melakukan sengkuyung, atau pengingat kepada masyarakat bahwa ada pajak yang harus dibayarkan, ini dilakukan mendekati jatuh temponya, kami bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota,” jelasnya.

Bila setelah tiga bulan tetap belum membayar, tagihan dikirimkan melalui WhatsApp.

“Penagihan lewat WhatsApp tentu lebih murah, daripada mendatanginya langsung dengan memberikan surat fisik. Cara tersebut juga lebih efisien,” ucap Danang.

Setelah itu barulah penagihan tatap muka dilakukan. Namun karena keterbatasan dana operasional, tidak semua penunggak bisa langsung dikunjungi. Sasaran pertama adalah kendaraan dengan tunggakan besar, biasanya roda empat. Tetapi bukan berarti pengguna sepeda motor aman.

“Diutamakan pada nilai piutang besar seperti kendaraan roda empat. Namun untuk kendaraan roda dua juga berpeluang didatangi, misal nilai piutang besar dan jaraknya dekat. Jadi meski motor murah juga bisa saja menjadi sasaran petugas,” katanya.

Danang menyebut metode kunjungan rumah ini efektif, karena dalam satu kali turun lapangan, potensi penerimaan pajaknya besar.

“Bila anggaran program penuh, ya kami pasti akan datangi semua setiap penunggak pajak, tidak akan dipilih-pilih,” ujar Danang.

Dengan sistem baru ini, penunggak tak lagi bisa bersembunyi di balik garasi atau menunda tanpa batas. Mulai dari pengingat, pesan WhatsApp, hingga kedatangan petugas, semuanya hanya menunggu waktu.

Siapa pun yang belum membayar pajak, sebaiknya segera melunasi sebelum kedatangan petugas Samsat benar-benar muncul di depan rumah.

Tags: No tags

Comments are closed.