
RBDCOTAX, Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan mengendurkan laju pembangunan meski penerimaan pajak hingga paruh pertama 2025 tercatat melambat. Ia menegaskan, kas negara masih cukup kuat untuk menopang berbagai program strategis.
“Seandainya penerimaan pajak di bawah target pun tidak usah takut. Pemerintah masih memiliki sisa anggaran lebih (SAL) yang besar. Jadi, pembangunan tetap jalan,” kata Purbaya dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (12/9/2025).
SAL dalam APBN 2025 tercatat sebesar Rp457,5 triliun. Pemerintah sebelumnya telah memutuskan penggunaan Rp16 triliun untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Rp85,6 triliun guna menutup pelebaran defisit APBN tahun ini.
Purbaya mengakui perlambatan penerimaan pajak terutama terjadi pada pos Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), seiring konsumsi rumah tangga yang melandai dan kinerja ekonomi yang belum optimal.Namun, ia optimistis tren penerimaan negara bakal berbalik arah di tiga bulan terakhir 2025. Keyakinan itu ditopang oleh stimulus pemerintah serta suntikan dana Rp200 triliun ke lima bank yang ditargetkan mampu menggairahkan sektor riil.
“Kalau program berjalan sesuai rencana, target penerimaan tetap bisa tercapai, dan pembangunan tidak akan terhambat,” tegasnya.
Direktorat Jenderal Pajak mencatat hingga akhir Juli 2025, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp990 triliun. Angka tersebut memang turun 5,29 persen dibandingkan periode sama 2024, namun kontribusi pajak terhadap total pendapatan negara justru meningkat 1,67 persen.
Dengan strategi ini, pemerintah berupaya menjaga kepercayaan publik bahwa perlambatan penerimaan pajak tidak akan menjadi penghalang bagi percepatan pembangunan nasional.

